PERDEBATAN BUMI DAN LANGIT, MANAKAH YANG LEBIH MULIA

Didalam kitab Riyadhussolihin, Syeikh Abdul Aziz Syahawi menjelaskan bahwa langit itu sangat penuh dengan malaikat yang beribadah kepada Allah ta'ala, saking penuhnya diibaratkan tidak ada tempat kecuali hanya sejengkal telapak tangan jarak antara mereka.

Lalu beliau melontarkan sebuah pertanyaan, mana yang lebih mulia, langit atau bumi? 

Santri menjawab: "Langit maulana, karena disana tidak ada maksiat, keburukan dst. Kecuali suatu tempat (buq'ah) dimana disana jasad mulia Nabi Muhammad Saw, disemayamkan."

Lalu beliau melanjutkan bahwa banyak perbedaan antara ulama dalam masalah ini, dari mereka ada yang berpendapat bahwasanya langit lebih mulia daripada bumi, dari mereka juga ada yang berpendapat bahwa bumi lebih mulia daripada langit. Seperti yang dijelaskan Imam Arramli dalam fatawanya. 

Ulama yang berpandangan bahwa langit lebih mulia dari bumi beralasan diantaranya : 

1. Allah telah menghiasi langit dengan bintang, matahari, rembulan, arsy, kursy, lauh mahfudz, dan qalam. Selain itu langit merupakan tempat beribadah para malaikat, dan di langit tidak ada tempat untuk melakukan maksiat.  

2. Allah menamai langit dengan banyak nama, banyaknya nama menunjukkan agungnya langit.

3. Langit sebagai kiblatnya doa. 

Kemudian pandangan ulama yang berpendapat bahwa bumi lebih mulia dikarenakan beberapa hal berikut : 

1. Di dalamnya terdapat para Nabi- Nabi Allah, dimana Allah juga menciptakan mereka darinya.

2. Dalam al Qur'an beberapa ayat menyebutkan bahwa ada beberapa tempat di bumi yang diberkahi.

3. Allah menjadikan bumi sebagai tempat sujud. 

Dan beliau mengungkapkan : Perbedaan akan hal ini sangatlah kuat diantara ulama, namun mereka sepakat akan satu hal, yaitu : Tempat dimana jasad Mulia Rasulullah Saw disemayamnkan. 

Seperti yang dikatakan Imam Bujairimi dalam Hasiyahnya : 

نعم التربة التي ضمت أعضاء سيدنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أفضل من جميع ما مر حتى من العرش. 

Betul, bahwasanya makam yang disemayamkan jasad Mulia Rasululah Saw. Lebih baik dari semua itu bahkan dari Arsy. 

Dan beliau melanjutkan dengan qasidah Ibnu Hajar al Haitami berkata : 

وبقعته التى ضمته قطعاً
رياض من جنان تستطيل 

Dan tentu saja, tempat rasulullah bersemayam merupakan taman dari surga yang yang luas. 

وأفضل من سموات وأرضٍ
وأملاك بأفلاك تجول 

Dan tempat itu lebih mulia dari langit- langit, dan alam dengan orbit- orbit yang memutarinya. 

ومن عرش ومن جنات عدنٍ
وفردوس بها خير جزيل 

Dan lebih mulia dari Arsy, bahkan dari Surga Adn dan Firdaus, di dalamnya terdapat banyak kebaikan.

Lalu beliau menutup pembahasan ini dengan pendapat beliau : 

Menurut pandanganku, bahwa bumi lebih mulia daripada langit. Dalam karanganya, Fairuz Abadi menukil sebuah kisah dari sahabat Ibnu Abbas yang menceritakan perdepatan antara langit dan bumi mana yang lebih mulia. Dan Bumi mengatakan : 

"Di dalamku banyak Nabi- Nabi dan kekasih Allah, dan di dalamku juga terdapat baitullah."

Kemudian bumi berkata : "Tidaklah tulang-tulang para ahli al Qur'an bergerak di dalamku?"

Dan kemudian Allah berkata : Benar wahai bumi, dan perkataan inilah yang membuat bumi membanggakan dirinya kepada langit. 

Dan kalimat akhir beliau yang sangat indah : "Cukup, di dalam bumi terdapat Baginda Nabi Muhammad Saw."

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama