PERAN ORANG TUA SYEIKH ABDUL AZIZ SYAHAWI

Dalam suatu kesempatan Maulana Syeikh Abdul Aziz Syahawi pernah bercerita bahwa salah satu hal yang menunjang kesuksesanya dalam mengarungi lautan keilmuan adalah peran orang tua. Ayahnya merupakan salah satu ulama yang wara' tidak banyak diketahui orang dan ibunya adalah ahli tirakat yang dalam hari-harinya selalu menghabiskan waktunya untuk berzikir. Ujar beliau "Ibuku merupakan ahli zikir, yang sangat menghamba kepada Allah Swt, beliau pengamal empat thariqat sekaligus".

Ayah beliau bernama Ahmad Syahawi, nasabnya bersambung hinggga Sayyiduna Husain cucu baginda Nabi Muhammad Saw, seorang ulama dan juga petani sukses yang kaya raya dan sadar akan pentingnya ilmu, hingga mewakafkan sang anak di jalan ilmu sejak usia belia.

Disamping sang ayah yang merupakan ulama dan salah satu kyai desa, sang ayah juga ahli tirakat, salah satu kebiasaan sang ayah adalah mengkhususkan sebagian waktunya untuk bertafakkur dan bermunajat kepada sang Ilahi, sang ayah selalu menutup pintu rumahnya dan tidak menerima tamu setelah maghrib hingga pagi hari. Waktu ini biasa beliau gunakan untuk tirakat, dan berkumpul bersama keluarga kecilnya.

Sang ayah mengirimkan sang putra untuk belajar kepada sang paman yaitu Al Allamah Syeikh Abdul Hamid Asyahawi yang merupakan guru utama dan sekaligus paman Syeikh Abdul Aziz Syahawi, di naungan sang pamanlah beliau menghabiskan masa kecilnya. Beliau adalah murid paling muda dari sang paman, akan tetapi sang paman telah mengakui kecerdasanya, hingga dalam beberapa permasalahan dalam diskusi, sang paman menyerahkan kepada Syeikh Abdul Aziz kecil untuk menjawabnya.

Beliau juga pernah dawuh bahwa salah satu syarat tholibul ilmi adalah mempunyai bekal harta ketika menuntut ilmu, sehingga menjadikan sang tholib tenang, nyaman dan tidak sibuk dengan bekerja.

Karena sang ayah merupakan petani yang sukses dan mempunyai banyak sawah, kehidupan kecil Syeikh Syahawi terjamin, sandang pangan pun beliau penuhi demi kesuksesan sang anak, dan ketika umur beliau menginjak lima belas tahun sang ayah menikahkanya, bahkan semua biaya pernikahan dan setelah menikahpun sang ayahlah yang menanggung. Hal ini beliau lakukan agar sang anak bisa tetap fokus dalam jalanya, dan tidak disibukkan dengan hal lain.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa orang tua mempunyai peran yang sangat besar dalam pendidikan anak. Baik peran secara jasmani, rohani, dannjuga finansial.

Dalam nadzoman alala dikatakan :

قال سيدنا علي كرم الله وجهه

ألا لا تنال العلم إلا بستة

سأنبيك عن مجموعها ببيان

ذكاء وحرص واصطبار

وبلغة وصحبة أستاذ وطول الزمان

Sayyidina Ali Karramallahu wajhahu berkata, “Bahwa syarat mencari ilmu bagi para pencarinya harus memenuhi syarat-syarat untuk mendapatkannya, yaitu :

1. Kecerdasan.
2. Ambisi/rasa ingin tahu terhadap ilmu.
3. Sabar, ulet, rajin dan sungguh-sungguh.
4. Bekal harta.
5. Bimbingan guru.
6. Lamanya waktu. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama